PENERAPAN METODE GAME BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

Agung Saputra (1303621003)

Universitas Negeri Jakarta

Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan satuan pendidikan lanjutan setelah sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat yang mengutamakan kemampuan teoritik siswa. SMA umumnya menyediakan 3 jurusan yang berbeda, seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa. Program pembelajaran pada jenjang SMA menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Maka dari itu, kurikulum pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia minimal harus memenuhi kerangka dasar kurikulum, struktur kurikulum, beban belajar, serta kalender pendidikan yang telah disusun dalam standar isi.

Pembelajaran sendiri adalah proses komunikasi dua arah, kegiatan ajar-mengajar yang dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik dan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Selain itu, menurut E. Mulyasa (2006:255) mengatakan bahwa pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Salah satu pembelajaran yang diajarkan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) ini pada jurusan MIPA adalah Kimia. Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi, sifatnya, strukturnya, perubahan/reaksinya, serta energi yang menyertai perubahan tersebut.

Adapun menurut Keenan (1984:2) ilmu kimia mempelajari bangun (struktur) materi dan perubahan-perubahan yang dialami materi dalam proses-proses alamiah maupun dalam eksperimen yang direncanakan. Belajar kimia berarti memahami ilmu kimia secara utuh yang meliputi tiga level representasi yaitu mikroskopik, submikroskopik, dan simbolik (Chandrasegaran dkk, 2017).

Siswa SMA umumnya memiliki rentang usia 15-18 tahun, dapat dikatakan sebagai masa peralihan seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau biasa dikenal masa remaja. Berdasarkan teori perkembangan , masa remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat , termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial, dan pencapaian (Fagan, 2006).

Sebagaimana diketahui, mata pelajaran kimia dapat diklasifikasikan sebagai mata pelajaran yang cukup sulit bagi sebagian siswa SMA/MA (Kasmadi dan Indraspuri, 2010:574). Kesulitan mempelajari ilmua kimia ini terkait dengan ciri-ciri ilmu kimia itu sendiri yaitu bersifat abstrak. Kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran kimia ini ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dapat bersifat psikologi, sosiologis,  maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menurunkan prestasi belajar siswa di sekolah. 

Berdasarkan literatur, faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam memahami mata pelajaran kimia ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal menunjukkan sesuatu yang ada dalam diri siswa, seperti minat belajar, jasmani, rohani, maupun kemampuan kognitifnya. Selain itu, faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu atau siswa, seperti keluarga, teman, sekolah, dan masyarkat.  Cara guru dalam mengelola pembelajaran kimia juga termasuk dalam faktor eksternal siswa kesulitan memahami mata pelajaran tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran kimia memerlukan suatu metode dan media pembelajaran yang dapat mengkonkritkan konsep-konsep yang absrak tersebut, sehingga siswa memiliki gambaran dalam memahami mata pelajaran kimia.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat diaplikasikan pada mata pelajaran kimia adalah game based learning. Game Based Learning (GBL) adalah metode pembelajaran berbasis permainan. GBL ini akan memberikan suatu pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar serta dibantu oleh teknologi dengan menampilkan beberapa pencapaian ketika telah menyelesaikan permainan tersebut. Melalui metode game ini dapat dijadikan media yang motivatif bagi siswa. Kemampuannya yang dapat memengaruhi aspek kognitif dan emosional penggunanya secara bersamaan dapat menjadi sebuah kekuatan sebagai media pembelajaran.

Selain itu, manfaat dari menggunakan metode GBL pada pembelajaran kimia adalah dapat membangun motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Peserta didik yang belajar dengan metode game biasanya akan lebih sukses memperoleh materi pelajaran dibandingkan dengan peserta didik yang diajar menggunakan metode tradisional. Melalui metode game ini, peserta didik akan diajak untuk berpetualang yaitu harus memecahkan masalah tertentu dan dapat melangkah ke tahap selanjutnya setelah memecahkan masalah sebelumnya. Dalam metode ini juga dapat menggunakan permainan teka-teki, di mana dapat mengasah logika peserta didik untuk menemukan sebuah jawaban.

Adapun empat unsur penting dalam game yang perlu kita ketahui dalam mengembangkan metode pembelajaran ini, yaitu fantasi, rasa ingin tahu, tantangan, dan kendali. Adanya fantasi dalam metode game ini akan meningkatkan minat peserta didik dan mengefisiensikan pembelajaran. Kemudian, rasa ingin tahu peserta didik juga dapat meningkat dengan metode game ini karena dalam setiap tingkatannya akan memberikan pengenalan informasi baru terkait materi yang diajarkan, sehingga dapat meningkatkan keingintahuan peserta didik. Lalu, adanya tantangan dalam metode ini dapat memicu peserta didik dalam berpikir kritis, sehingga memaksa mereka untuk memahami materi yang diajarkan secara lebih mendalam.

Metode game ini memiliki beberapa keunggulan daripada metode pembelajaran lainnya yaitu adanya aspek interaktivitas, penyediaan feedback secara langsung, serta gambaran nyata tentang materi yang diajarkan. Metode game based learning memiliki nilai pembelajaran yang tinggi dimana dapat mengasah keterampilan seperti berpikir kritis, komunikasi kelompok, dan pengambilan keputusan secara tepat.

Salah satu materi kimia yang dapat diaplikasikan dalam metode GBL ini adalah kesetimbangan kimia. Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan saat kedua reaktan dan produk hadir dalam konsentrasi yang tidak memiliki kecenderungan lebih lanjut untuk berubah seiring berjalannya waktu. Adapun ciri-ciri dari kesetimbangan kimia yaitu reversibel, bersifat dinamis, reaksi seolah berhenti, tetapi secara molekuler terus terjadi, dan laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri (v1 = v2).

Berdasarkan literatur mengenai misskonsepsi peserta didik pada materi kesetimbangan kimia di SMAN 1 Teluk Kramat, dari 67 siswa kelas 11, tidak ada satupun yang tuntas pada materi ini. Hal ini terjadi karena siswa belum memahami konsep materi kesetimbangan kimia dengan baik. Oleh karena itu, metode pembelajaran game based learning ini dapat menjadi solusi bagi pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Selain itu, peserta didik juga diberikan gambaran atau ilustrasi pada materi kesetimbangan kimia.

Salah satu permainan yang dapat kita aplikasikan dari metode GBL pada materi kesetimbangan kimia yaitu permainan jungkat-jungkit. Sebagian besar anak pasti sudah memainkan permainan ini di waktu kecil karena hampir di setiap taman bermain terdapat permainan jungkat-jungkit. Selain itu, permainan jungkat-jungkit juga sangat cocok pada materi kesetimbangan kimia karena berhubungan keseimbangan antara sisi kiri dan kanan, dimana dalam hal ini dapat dikorelasikan sebagai reaktan dan produk, jika dalam materi kesetimbangan kimia.. Langkah pertama penerapan permainan ini pada materi kesetimbangan yaitu dengan memberikan stimulus kepada para peserta didik supaya mereka tertarik pada metode pembelajaran ini.

Misalnya, kita dapat memberikan suatu ilustrasi cerita tentang perbedaan reaksi reversibel dan reaksi irreversibel.

Setelah diberikan ilustrasi tersebut (gambar di sebalah kiri), peserta didik akan diberikan beberapa petunjuk yang berisi tentang ringkasan singkat materi kesetimbangan kimia. Ringkasan ini digunakan sebagai bahan ajar peserta didik sebelum memulai permainan.

Contoh ringkasan singkatnya ada pada gambar di sebelah kanan.


Adapun contoh penerapan permainan jungkat-jungkit pada materi kesetimbangan kimia ini, yaitu sebagai berikut :

Diberikan sebuah ilustrasi persamaan kimia yang telah setimbang dalam jungkat-jungkit. Setelah itu, peserta didik akan diberikan sebuah permasalahan berupa penambahan konsentrasi pada produk.

Penambahan konsentrasi produk mengakibatkan jungkat-jungkit menjadi tidak setimbang. Hal ini dapat menyebabkan perubahan arak reaksi. Oleh karena itu, peserta didik diharuskan menentukan arah reaksinya, jika diberi perlakuan seperti itu. Peserta didik akan mudah menjawab pertanyaan seperti ini jika mereka telah memahami ringkasan yang telah diberikan pada awal sebelum memulai permainan ini.

Metode game based learning sangat tepat diaplikasikan pada materi kesetimbangan kimia. Peserta didik dapat memahami materinya secara menyeluruh jika diberikan suatu gambaran yang konkret dari mata pelajaran kimia yang begitu abstrak. Proses pembelajaran berbasis game ini memanfaatkan permainan digital sebagai media untuk menyampaikan pembelajaran, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, serta penilaian atau evaluasi mengenai materi pelajaran. Selain itu, metode GBL ini dapat membuat peserta didik tertarik pada mata pelajaran kimia, sehingga jika mereka sudah tertarik pada mata pelajarannya, maka mereka akan menyukainya. Oleh karena itu, diharapkan para pendidik dapat menemukan metode yang sesuai dengan perkembangan peserta didiknya supaya pembelajaran kimia di dalam kelas dapat berjalan dengan optimal.

Daftar Pustaka :

            Adawiyah, R., & Putra, R. (2017). Deskripsi Kesalahan Konsep Siswa pada Materi Kesetimbangan Kimia di SMAN 1 Teluk Keramat. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 6(10).

Edra, R. (2021, November 25). Kesetimbangan Kimia: Jenis-Jenis, Persamaan Reaksi, dan Tetapan | Kimia Kelas 11. Retrieved April 14, 2022, from https://www.ruangguru.com/blog/kesetimbangan-kimia-jenis-jenis-reaksi-dan-tetapan

Maulidina, M. A., Susilaningsih, S., & Abidin, Z. (2018). Pengembangan Game Based Learning Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 4(2), 113-118.

Ridlo, M. F. (2022, Januari). Kesetimbangan Kimia: Pengertian, Ciri, dan Rumus Kesetimbangan. Retrieved April 14, 2022, from https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/kesetimbangan-kimia-pengertian-ciri-dan-rumus-kesetimbangan

Wibawa, A. C. P., Mumtaziah, H. Q., Sholaihah, L. A., & Hikmawan, R. (2021). Inovasi game-based learning sebagai solusi percepatan adaptasi belajar masa new normal. INTEGRATED (Journal of Information Technology and Vocational Education), 3(1), 17-22.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer