NOVEL "DENDAM : KESENGSARAAN DIBALIK KEMEWAHAN" KARYA AGUNG SAPUTRA EPISODE 2

Episode 2

Randy

SMS kali ini yang membuat mereka sadar satu per satu tentang perbuatan yang mereka lakukan seperti menindas, menyebar berita hoaks dan lain sebagainya, yang akan diawali oleh Randy. Seperti yang kita ketahui Randy selalu dimanjakan oleh orang tuanya dengan harta yang selalu melekat pada dirinya. Sampai suatu ketika, mungkin peristiwa manja-manjaan itu tak bisa bertahan lama. Tepat pukul 00.00 WIB hari ini, Randy, Clara, Kevin, dan Lessa mendapatkan satu pesan sms yang sama.

Hai Randy, tak semua kebersamaan yang kamu miliki akan bertahan.

See you

 


Iya itulah isi sms yang Randy dapatkan, begitupun dengan temannya yang mendapatkan pesan yang sama untuk Randy. Randy pun sempat membaca pesan tersebut dan ia sepertinya abai dengan pesan itu dan menganggap bahwa itu adalah orang iseng saja yang mengirimnya.

Hari esok pun tiba, kedua orang tua Randy pun tiba-tiba ada urusan kerja di luar kota bersama sehingga membuat mereka meninggalkan Randy sendiri di rumah. Randy hari ini bangun pagi dan segera turun dari kamarnya, ia melihat kedua orang tuanya itu sedang mempersiapkan keperluan untuk dibawa ke luar kota.

“Pah, Ma, kalian mau kemana ?” Tanya Randy bingung sambil mengucek matanya yang baru bangun itu

“Oh iya, Randy. Mama lupa memberitahumu kalau Papah sama Mama akan pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.” Sahut Mama Randy

“Kok mendadak gitu sih, Ma ? Balas Randy sambil mengambil sepotong roti di meja makan

“Iya mama juga baru tau tadi malam, mau gimana lagi soalnya kalau mama tunda, klien bakal kecewa dengan kinerja Mama.” Jawab Mama Randy

“Terus Papah juga ikut mama ? Kan Papah beda kantor sama mama.” Lanjut Randy

“Iya Papah juga, gatau ini kebetulan sekali, baru kali ini Papah sama Mama ada urusan bisnis dihari dan kota yang sama.” Sahut Papah Randy

Randy pun sepertinya tidak curiga dengan sms yang ia dapatkan semalam. Mama dan Papahnya Randy pun segera berangkat menuju bandara.

“Yaudah Randy, Papah sama Mama berangkat ya, kamu harus bisa hidup mandiri selama kita gada, jaga nama baik keluarga ya.” Ucap Papah Randy

“Iya.” Jawab Randy dengan santai sambil memakan rotinya

Randy pun menjalani rutinitas seperti biasanya yaitu pergi ke kampus. Kali ini, ia tidak ingin kejadian yang seperti kemarin terulangi sehingga ia lebih memilih menggunakan mobilnya.

Randy pun telah tiba di kampus dan ia langsung pergi ke kantin untuk menemui teman-temanya.

“Hai!” Sahut Randy

“Ran, By the way gue masa dapat sms dan itu sepertinya buat lo deh.” Ujar Lessa

“Lah iya, gue juga dapat sms sama loh.” Tambah Kevin

“Iya gue juga, tapi gue gatau maksud smsnya apaan.” Tambah Clara

“Gausah dipikirin itu orang iseng aja yang biasa nipu kita yang orang kaya ini.” Jawab Randy sambil duduk di sebelah Kevin

Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka.

Setelah itu, mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan kantin dan pergi ke basecamp mereka dimana di sana banyak fasilitas mewah seperti TV, Sofa, AC, dan lain sebagainya yang membuktikan bahwa mereka benar-benar anak sultan di kampus itu, ya seperti yang dibilang sebelumnya mereka seperti F4 nya Indonesia yang di drama korea itu. Mereka sepertinya tidak ada beban dengan urusan tugas, skripsi, dan lain-lain yang biasa dialami oleh mahasiswa pada umumnya.  Mereka disana santai-santai bak sultan, Randy sibuk bermain game dengan Kevin, Clara asik menonton TV, dan Lessa yang sibuk dengan make up-nya.

Clara yang asik menonton di sofa tidak sengaja menyetel chanel dimana chanel itu memberitahu bahwa ada kecelakaan pesawat akibat hilang kontak pagi ini.

“Untung aja bokap gue gak jadi ke luar kota.” Ucap Clara

“Emang kenapa Clar kalau gajadi ?” Sahut Lessa sambil asik memainkan make up-nya itu

“Ini loh diberita ada kecelakaan pesawat pagi ini.” Jawab Clara.

“Hah! Kecelakaan pesawat ? di mana ?” Tanya Randy secara mendadak

“Ini lihat aja.” Balas Clara

Randy pun sontak terkejut melepas genggaman HP-nya setelah melihat berita bahwa peswat yang mengalami kecelakaan itu adalah pesawat yang dinaiki oleh kedua orang tuanya

“Ran, lo kenapa ?” Sahut Kevin

“Itu Kev, itu pesawat yang dinaiki ortu gue buat pergi ke luar kota!” Jawab Randy dengan cemas, khawatir, dan sedih, pokoknya pada saat itu perasaan Randy campur aduk

“Hah! Serius lo ?” Sontak Lessa dan Clara yang terkejut dengan penjelasan Randy

Diberita itu dijelaskan bahwa semua penumpang tidak ada yang selamat dan tewas. Randy pun sangat sedih hingga menangis sebagaimana Randy tidak pernah melakukan hal itu.

“Ran, sabar ya, kita pastiin dulu kalo orang tua lo ada disitu.” Ucap Clara menenangkan Randy

Seketika ada telpon yang masuk ke HP Randy, orang itu memberitahu bahwa orang tua Randy mengalami kecelakaan pesawat dan tewas. Randy pun makin tak karuan lagi perasaanya seperti hatinya ditusuk-tusuk oleh pedang.

Randy dan teman-temannya pergi ke sana untuk melihat jasad kedua orang tuanya. Pada saat disana, tangis pecah Randy tak terbendung melihat kedua orang tuanya yang tadi pagi masih menegur sapa dan berpamitan, kini pulang dengan dibungkus kuning dan tak bernyawa.  Teman-temannya berusaha menenangkan Randy sebagaimana mereka teman dari kecil yang sudah tau bagaimana kedekatan Randy dan kemanjaannya dengan orang tuanya itu.

Randy dan teman-temannya pun pulang ke rumah Randy untuk mempersiapkan pemakaman kedua orang tuanya itu. Mereka dimakamkan di tempat nenek Randy dulu dimakamkan. Tangis haru Randy tak terbendung melihat kedua orang tuanya itu dikebumikan, Randy mengingat-ingat kejadian pagi itu sebagaimana kenangan terakhir dengan kedua orang tuanya. Orang tuanya yang selalu memanjakannya dan menemani Randy di rumah, kini tak ada lagi. Kehampaan rumah Randy bakal terlihat sekarang ini. Apakah Randy dapat bertahan dengan kejadian setelah ini ? Iya, mungkin sebagian orang bakal hancur dan harapan memulai kehidupan di masa mendatang bakal pupus ketika kehilangan orang disayangnya pergi. Akan tetapi, tidak untuk Randy. Mental Randy sepertinya cukup kuat untuk melanjutkan kehidupan yang karut-marut ini, ditambah lagi dukungan teman-temannya yang selalu ada dari Randy kecil hingga sekarang, menambah semangat Randy untuk tetap melanjutkan hidup ini. Lalu, apakah dengan kejadian ini membuat Randy sadar akan kesalahan yang ia lakukan kepada orang lain ? Tentu tidak, mungkin kejadian itu hanya membuat Randy sedih pada hari itu saja, tetapi tidak untuk selanjutnya. Randy tetap menjadi anak yang dikenal suka menindas, ditambah lagi orang tuanya yang tidak ada, tentu tidak ada yang mengingatkan Randy tentang perbuatan yang ia lakukan itu. Semua harta kedua orang tuanya diwariskan ke Randy dan itu tentu menambah kelakuan Randy yang semena-mena kepada orang lain.

 

Clara

Sore hari telah tiba, matahari mulai meninggalkan bumi. Clara dan teman-temannya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah mengurus pemakaman kedua orang tua Randy.

“Ran, kita cabut ya.” Ucap Kevin sambil beranjak dari tempat duduknya

“Iya, makasih ya guys udah bantuin pemakaman nyokap, bokap gue.” Ucap Randy

“Iya Ran, lo kalo kesepian di rumah bilang aja ke kita.” Tambah Lessa

“Yaudah, gue cabut duluan ya, udah dijemput sopir.” Ujar Clara sambil bergegas meninggalkan rumah Randy

Jarang sekali Clara pulang dijemput oleh supir karena biasanya ia pulang membawa mobil sendiri dan begitu larut malam.

Clara sudah sampai di rumahnya bak hotel bintang lima itu, semua fasilitas di rumahnya lengkap dan tanpa cacat sedikitpin. Pernah ada suatu cerita ketika Clara duduk di bangku SD, Clara dibelikan sepeda baru oleh orang tuanya sebagai hadiah ulang tahunnya. Sepeda yang dibeli pun cukup mahal dan mewah untuk anak SD pada saat itu. Pada saat Clara menaikinya di taman rumahnya, tak sengaja Clara menabrak bangku taman yang ada di sana. Clara menangis dengan keras sehingga membuat para pembantu dan pengasuhnya panik dan melihat kondisi Clara apakah terluka parah atau tidak, tetapi pada saat dilihat Clara tidak apa-apa dan tidak terluka sedikit pun, Clara hanya menangisi sepedanya yang tergores akibat menabrak bangku itu. Clara merengek untuk dibelikan sepeda barunya yang sama persis, ya karena orang tuanya sangat menyayangi anak tunggalnya itu, apapun yang dinginkan Clara pasti dipenuhi walaupun tidak harus seperti itu juga sebenarnya.

Clara memasuki kamarnya itu, sepertinya ia sangat kelelahan dan ia lebih memilih untuk tidur-an sejenak dan mandi setelah itu. Sepertinya tidurnya Clara kebablasan, sekarang menunjukkan pukul 11 malam. Clara tetap melanjutkan niatnya sebelum tidur, yaitu untuk pergi mandi. Clara berendam di bathup untuk menenangkan pikirannya atas kejadian hari ini. Tak Ia sadari, Ia berendam cukup lama, sudah sejam Ia di dalam bathup itu dan sekarang menunjukkan pukul 00.00 WIB, dimana sms akan diterima oleh mereka.

Hai Clara, Bagaimana jika semua yang kamu punya hari ini lenyap seperti debu yang bertebangan ?

See you

 

 

Clara tidak melihat sms tersebut karena HP-nya ia tinggal di atas kasur, sedangkan teman-teman Clara sendiri sudah terlelap tidur karena lelahnya mereka mengurusi pemakaman orang tuanya Randy.

Sebelum Clara mandi, ia sempat meminta bibinya untuk memasakkan mie untuknya. Bibinya pun memasakkan mie untuk Clara. Saat itu juga, ada suara hantaman keras di bagasi rumah Clara. Bibi yang saat itu hanya sendiri di rumah Clara dikarenakan pembantu dan satpam di rumah Clara izin cuti, mencoba untuk melihat apa yang terjadi di bagasi tersebut. Bibi mencoba menge-check dengan membawa tongkat baseball karena ia takut akan ada maling yang masuk.Ketika bibi pergi mengecek kondisi di luar, ia lupa untuk mematikan kompor yang ia tinggal itu, disamping itu minyak yang berada di samping kompor tumpah dan mengalir ke arah kompor tersebut. Api pun cepat membesar dan bibi belum menyadari hal tersebut.

Setelah bibi melihat ke Bagasi ternyata tidak ada apa-apa, hanya barang yang jatuh dan ia pun segera membereskannya. Bibi baru menyadari kalau ia sedang memasakkan mie untuk nona Clara, ia pun segera berlari ke dapur.

“ Astagfirullah! Kebakaran kebakaran kebakaran!” Teriak Bibi yang panik melihat api sudah membesar.

Clara masih di kamarnya untuk memakai pakaian sehabis mandi dan Clara mendengar ada teriakan dari bibinya. Awalnya sih Clara cuek aja karena mungkin ia pikir memanggilnya karena mie-nya sudah matang, tetapi suara Bibi makin keras dan seperti terjadi sesuatu yang besar di rumah itu. Clara mencoba menghampiri suara itu dan Clara panik sepanik-paniknya melihat si jago merah itu sudah melahap dapur dan merambat ke tempat lain.

“Bi, ini gimana cepet telpon pemadam kebakaran!” Teriak Clara histeris melihat si jago merah itu.

Saat itu sudah tengah malam, jadi tetangga komplek Clara juga tidak ada yang menyadari bahwa rumah Clara kebakaran. Clara menangis ketakutan karena rumahnya hangus terbakar. Pada hari itu, Ayah dan Ibu Clara sedang menginap di hotel karena telah menghadiri pesta dan mereka tak sempat pulang karena sudah larut malam. Clara mencoba menghubungi teman-temannya, tetapi tidak ada yang mengangkat. Saat itu, Clara benar-benar tidak tau ia harus apa dan bagaimana, kedua orang tua Clara pun tak bisa dihubungi. Api di rumah Clara pun padam tepat pukul 2 dini hari, semua isi rumah itu terbakar dan hanya tersisa beberapa yang tidak dilahap oleh si jago merah itu.

Orang tua Clara baru mengetahui kejadian itu dan bergegas kesana.

“Clara! Kamu tidak apa-apa, kan ?” Ucap Papah Clara keluar dari mobilnya itu

“Papah...Mama...” Sahut Clara sambil menangis

“Clara takut Pah, Ma.” Tambah Clara

“Iya Nak, maafin papah sama mama.” Ucap Mama Clara yang begitu khawatir

“ Sekarang kita harus gimana Pah, Ma ?” Ujar Clara yang khawatir dengan kondisinya itu

“ Iya kamu tenang aja, sekarang ayo ikut Papah sama Mama untuk menginap di hotel sementara waktu, nanti Papah suruh orang untuk bangun rumah ini lagi.” Ujar Papahnya menenangkan Clara.

Sebagaimana yang diketahui, rumah yang terbakar itu adalah rumah Clara sejak kecil, dimana ketika Nenek Clara masih hidup. Clara sangat sayang sekali kepada neneknya itu, yang selalu merawat Clara disaat kedua orang tuanya sibuk bekerja. Kenangan dari rumah itu pun begitu banyak, jadi Clara sangat sedih ketika kenangannya sejak kecil hangus terbakar dalam beberapa jam saja.

Matahari mulai menampakan dirinya, yang berarti pagi telah tiba. Lessa saat itu baru membuka Hp-nya dan melihat 13 panggilan tak terjawab dari Clara. Lessa pun mencoba menelpon kembali Clara karena ia begitu khawatir dengannya karena tumben saja Clara menelpon malam-malam. Clara yang saat itu masih terkabung dengan kejadian malam tadi membuat ia tak bisa tidur dan terus memikirkan kejadian malam itu.

“Cring...cring...cring.” Suara telepon Clara

ia pun segera mengakatnya.

“Halo..Clara, Lo kenapa telpon gue tadi malam, maaf banget gue gak bisa jawab, semalam gue bener capek banget dan langsung tepar aja gitu di kasur, lo baik-baik aja kan ?” Tanya Lessa

“ Hm...Les, semalam rumah gue kebakaran.” Jawab Clara dengan suara kecil

Lessa pun kaget mendengar bahwa rumah Clara kebakaran.

“ Hah! Beneran ? Ya ampun Clara, gue turut berduka ya atas kejadian semalam, tapi gada korban kan ?” Ucap Lessa

“ Iya sih untung gada korban jiwa, tapi harta-harta keluarga gue ludes terbakar semua.” Jawab Clara

“ Yailah bokap, nyokap lo bisa lah cari lagi.” Jawab Lessa dengan santai

“ Ya gitu deh, tapi barang yang terbakar itu limited edition banget, kalo gue disuruh milih nyawa bibi apa barang itu, gue pasti milih tuh barang.” Ucap asal Clara

“Ngaco Lo, by the way, sekarang lo tinggal dimana ?” Tanya Lessa

“Hm...gatau gue juga bingung nanti bakal tinggal dimana, kalo sekarang si gue ama bokap, nyokap nginep di hotel.” Ucap Clara

“ Yaudah gue mau siap-siap kuliah dulu ya, Lo gak kuliah kan hari ini ?” Tanya Lessa

 “Nggak lah, gue kuliah juga gak ngapa-ngapain di sana. Yaudah bye ya, salam buat temen-temen yang lain.” Ucap Clara

Clara sepertinya masih kepikiran dengan kejadian semalam, Ia sebelumnya belum pernah mengalami kejadian semacam itu. Akan teapi, dengan kejadian semalam tidak membuat Clara sadar tentang perbuatan-perbuatan dosa yang pernah ia lakukan kepada orang lain, tidak ada rasa intropeksi diri dalam diri Clara.

 

Kevin

Selama mennginap di hotel sepertinya Clara bosan karena fasilitas di hotel tak sebaik di rumahnya. Clara pun mencoba mengajak teman-temanya untuk menghiburnya.

“ Guys, main yuk?” Tanya Clara di obrolan grup mereka

Lessa membalas, “Ayuk, by the way nongkrong aja yuk di night club paman gue.”

“ Boleh tuh.” Sahut Kevin dan Randy

Mereka pun merencanakan untuk  pergi ke klub malam pukul 01.00 malam.

Pukul 00.00 WIB atau tepatnya tengah malam telah tiba. Randy, Clara, dan Lessa sedang on the way ke sana, sedangkan Kevin masih bersiap-siap. SMS pun mereka terima dan yang melihat sms itu hanya Kevin karena teman-temannya sedang dalam perjalanan.


Hai Kevin, Jangan pergi ke sana jika nyawamu tak mau terancam.

See you

                                                                                                                  

Melihat pesan itu membuat Kevin sempat berpikir kenapa orang yang mengirimi sms ini tau bahwa Kevin akan pergi. Kevin sempat percaya dengan sms itu dan mencoba untuk mengurungkan niatnya pergi ke klub malam itu.

“ Halo Ran, kayaknya gue gak bisa datang deh.” Telpon Kevin

“ Hah? Kenapa Lo?” Tanya Randy yang sedang dalam perjalanan

“ Iya gue ada firasat gak enak aja gitu.” Balas Kevin

“ Ya ampun, itu kan cuman firasat lo, kalo firasat gue, kita bakal have fun di sana. Udah pokoknya lo datang aja ke sini, buang tuh firasat gak enak lo itu.” Jawab santai Randy

Sepertinya Kevin termakan omongannya Randy, sehingga iya segera berangkat ke night club itu.

Lessa sudah sampai terlebih dahulu di tempat itu dan Ia pun telah menyewa tempat yang bisa di bilang mewah si, sepertinya Paman Lessa sangat memanjakan Lessa seperti orang tuanya itu. Randy pun telah masuk ke dalam night club, suara musik terdengar keras dari dalam situ yang membuat semua orang di sana melupakan semua hal-hal buruk yang mereka alami di luar sana.

“ Hai Randy, sini.” Panggi Lessa melihat Randy di depan pintu

“ Hai Les, baru kita berdua aja ?” Tanya Kevin sambil menghampiri Lessa

“ Iya nih, eh itu Clara baru datang.” Ucap Lessa sambil melihat Clara datang

 “ Clara, kita di sini.” Tambah Lessa

“ Wah! Lo cantik banget Clar hari ini, by the way gue turut berduka atas kejadian sama rumah Lo ya.” Sahut Kevin

“ Iya gapapa, bokap gue bakal bangun tuh rumah lagi kok.” Jawab Clara dengan santai.

Kevin telah sampai di parkir-an motor dan ia bergegas masuk ke dalam night club itu dengan santai.

“ Hai guys, gue datang.” Panggil Kevin sambil mengagetkan mereka.

“ Hai Kevin, sini duduk sebelah gue.” Sahut Lessa

Mereka bersenang-senang di sana seolah-olah tidak ada masalah dalam hidup mereka. Semakin malam, semakin kencang musik terdengar dan semakan ramai tempat itu di kunjungi. Kebanyakan dari mereka yang datang adalah anak-anak orang kaya dan pejabat seperti Kevin yang ayah dan ibunya seorang pejabat DPR. Jika orang tua Kevin tau bahwa anaknya pergi ke tempat haram itu, pasti mereka akan marah besar. Marah bukan karena anaknya salah pergaulan, tetapi mereka marah karena akan mencoreng nama keluarga mereka yang dipandang sebagai pejabat, dimana keluarga perjabat pemerintahan seharusnya memberikan contoh yang baik kepada rakyatnya, ya itulah negeri ini.

Mereka berempat sepertinya sudah lupa waktu dan lupa batasan. Mereka meminum dan memakan yang ada di tempat itu, tanpa melihat bahwa yang mereka masukkan ke dalam tubuh mereka itu adalah haram. Sepertinya alkohol yang mereka minum telah memengaruhi mereka, mereka semua setengah sadar dan berbicara omong kosong gajelas gitu.

“ Gimana guys tempat Paman gue ini, asik kan ?” Tanya Lessa setengah sadar

“ Ya pasti asik dong, apalagi di sini kita bisa melupakan kehidupan kita di luar sana.” Jawab Randy sambil merangkul Clara

“ Iya seru banget, Gue jadi bisa lupain semua kejadian yang menimpa gue kemaren.” Tambah Clara yang sama-sama setengah mabuk itu

Selama mereka masih dalam kondisi setengah sadar, tiba-tiba ada salah seorang yang sama-sama setengah sadar juga tidak sengaja menumpahkan minuman ke pakaian Randy. Saat itu juga, Randy yang masih setengah sadar itu marah dan memukuli orang itu secara brutal.

“ Ran, udah! Udah!” Clara dan Lessa yang berusaha memisahkan mereka

Mereka menyuruh Randy untuk duduk.

“ Vin, ambilin minum buat Randy dong.” Ucap Clara

Kevin pun segera mengambilkan Randy minum.

Sepertinya semua orang tidak ada yang menyadari bahwa tali lampu yang berada di atas mereka kendor, semua pengunjung night club itu terlalu asik menikmati lantunan musik yang ada di night club itu. Kevin pun juga tidak menyadarinya bahwa ia berjalan di bawah lampu yang akan jatuh, ia lupa akan sms yang didapatkan itu. Tiba-tiba, tali lampu yang sudah tidak kuat menahan lamput itu putus dan lampunya pun jatuh menimpa orang yang ada di bawahnya, yaitu Kevin. Semua orang yang berada di sana seketika terdiam melihat kejadian itu, musik yang berisik itu pun berhenti. Semua saling memandang heran kenapa lampu itu bisa terjatuh.

“ Kevin!” Teriak Lessa yang kaget melihat kejadian itu

Kevin tak sadarkan diri, darah yang keluar dari tubuh Kevin cukup banyak sehingga membuat semua orang yang ada di sana panik dan histeris

“ Kevin! Bangun!” Ucap Clara yang begitu khawatir

“ Vin, Lo masih sadar kan ?” Tanya Randy yang juga panik melihat Kevin berlumuran darah

 “ Gue udah telpon rumah sakit dan mereka akan segera datang.” Ucap Lessa yang begitu khwatir

Ambulans pun datang dan segera melakukan pertolongan pertama pada Kevin. Mereka, Randy, Clara, dan Lessa tidak menyangka bahwa kejadian seperti ini akan terjadi. Semua pikiran dalam diri mereka kacau, awal mereka bersenang-senang tetapi diakhir mereka tertimpa musibah yang tak diduga. Mereka semua ikut mengantar Kevin ke rumah sakit terdekat, mereka sangat khawatir bahwa akan terjadi apa-apa sama Kevin.

“ Guys, gue takut banget si Kevin bakal kenapa-kenapa.” Ucap Lessa sambil mondar-mandir koridor rumah sakit

“ Iya Les, Gue juga khawatir, Kevin gak bakal mati kan ?” Tambah Clara

“ Iya sama gue juga khawatir kalo Kevin bakal luka parah. Eh, apa kita kasih tau bokap, nyokapnya Kevin?” Ujar Randy

“ Kayaknya jangan dulu deh, tunggu Kevin sadar baru nanti kita kasih tau  bokap, nyokapnya Kevin.” Jawab Lessa

Dokter yang menangani Kevin pun keluar. Ia menjelaskan bahwa Kevin mengalami perdarahan besar, tetapi Kevin tidak apa-apa, Ia hanya perlu dirawat di rumah sakit beberapa hari. Dokter itu juga bilang untung Kevin segera di bawa ke rumah sakit ini, kalau tidak nyawanya pun akan terancam. Mereka yang mendengar itu cukup membuat rasa khawatir mereka berkurang. Randy pun segera menghubingi orang tua Kevin tentang kejadian malam ini dan Kedua orang tua Kevin segera datang ke rumah sakit itu. Mereka bertiga, Randy, Clara, dan Lessa memutuskan untuk pulang dan menenangkan diri tentang kejadian hari ini. Keesokannya mereka memutuskan untuk menjenguk Kevin ke sini lagi.

 

Lessa

Tanpa mereka sadari, ketika mereka keluar dari rumah sakit, matahari telah muncul yang menandakan pagi hari telah tiba. Randy pun mengantar Clara dan Lessa terlebih dahulu pulang ke rumah.

“Guys, kita tuh bener-bener gak nyangka kalau bakal begini kejadiannya.” Ucap Clara yang duduk di bangku belakang mobil

 “Iya, gue kasihan banget sama Kevin, gue takut dia amnesia kayak di film-film gitu.” Ucap Lessa

“Sebenarnya si Kevin tuh gak mau datang ke club night tadi malam karena dia ada firasat gak enak gitu, tapi karna gue bujuk jadi dia datang.” Ucap Randy sambil menyetir mobil

“Gue bener-bener nyesel kalo ending-nya bakal gini.” Tambah Randy

“Bukan salah lo kok Ran, ini musibah jadi gak ada yang tau.” Ucap Lessa dengan nada pelan

Mereka telah sampai di rumahnya masing-masing dan mereka tampaknya melelahkan karena tidak tidur tadi malam. Mereka seharusnya ada jadwal kuliah siang ini, tetapi mereka memutuskan untuk bolos bersama-sama, bukan hanya kelelahan tetapi mereka juga tidak menyukai dosen yang mengajar hari ini.

Pada saat itu, Lessa tengah sendiri di rumah, kedua orang tuanya sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis beberapa hari ini. Lessa sudah terbiasa dengan hal itu, jadi ia tidak merasa kesepian di rumahnya, walaupun rumah yang ia tinggali besar bak istana di negeri dongeng. Kebetulan sekali sepertinya, hari ini semua pegawai di rumah Lessa di liburkan. Jadi, Lessa harus melakukan apa-apa sendiri.

Sebagaimana yang kita ketahui di film-film horor, kebanyakan rumah besar itu berhantu, begitupun dengan rumah Lessa ini.

Hari ini Lessa memutuskan untuk istirahat di kamarnya, ia menyetel TV dan sambil duduk di kasurnya itu. Awalnya sih biasa aja gak ada kejadian aneh, tetapi lama-lama kejadian horor pun mulai di alami oleh Lessa. Lessa merasa bahwa selimut yang ia pakai itu ada yang menarik dari bawah kasur, ia pun menguatkan tekadnya untuk melihat ke bawah kasur tersebut. Ia mencoba melihat perlahan-lahan ke bawah kasur itu, tetapi setelah dilihat tidak ada apa-apa. Lessa yang telah merasakan hal-hal horor di rumahnya, memilih untuk mematikan TV dan tidur di bawah selimutnya itu. Akan tetapi, iba-tiba ada suara aneh dari dalam lemari Lessa, Ia semakin ketakutan di bawah selimut itu.

“BRAK!” Suara sangat keras terdengar entah dari mana, seperti ada yang jatuh.

Lessa memutuskan untuk keluar dari kamarnya itu, ia mencoba melihat apakah para pekerja rumahnya itu sudah kembali apa belum. Ia melewati koridor kamarnya dengan membawa tongkat baseball untuk berjaga-jaga jika ada maling. Lampu di koridor itu pun tiba-tiba kedap-kedip, suasana horor di rumah Lessa makin terasa. Lessa memutuskan untuk lari karena ia merasa takut, tetapi ketika ia lari ada yang menyentuh kakinya dan ia pun terkejut hingga terjatuh ke lantai. Lessa melihat sekelilingnya kalau tidak ada orang sekalipun, tangan ia mulai gemetar sambil memegang tongkat baseball itu.

“ Please, jangan ganggu gue.” Ucap Lessa dengan nada gemetar

Napas Lessa terputus-putus, tubunya pun berkeringat sangat banyak seperti ia habis lari maraton. Suara yang sangat keras tadi pun terdengar kembali, Lessa semakin ketakutan dengan suasana pada saat itu. Lessa memutuskan untuk turun ke lantai satu untuk mengambil minum di dapur. Ia benar-benar merasakan sesuatu hal yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ketika Ia meminum segelas air, kran yang ada di sebelahnya tiba-tiba menyala, Ia begitu terkejut dan spontan melepas gelas yang ada digenggamannya itu, gelas itu pun pecah mengenai kaki Lesaa hingga kakinya pun terluka. Ia merasa kesakitan dan memutuskan untuk mengambil kotak P3K yang ada di kamarnya itu. Selama menaiki tangga, darah yang keluar dari kakinya bercucuran di lantai tangga. Ia berjalan terpincang-pincang hingga sampai di ujung anak tangga. HP Lessa bergetar, ia melihat ada sms masuk.

Hai Lessa, Hari ini cukup seru, bukan ? Apa yang akan kamu lakukan jika menjalani hari-harimu dengan kaki pincang ?

See you

 

                                                                                                

Lessa melihat pesan itu, Ia bingung siapa yang mengirimi sms seperti ini tengah malam. Ketika Ia ingin menelpon nomor yang mengiriminya sms, tiba-tiba guci mahal milik ayah Lessa jatuh dan pecah. Ia sangat terkejut melihat itu dan segera bergegas ke kamarnya. Ia mengunci rapat-rapat kamarnya dan segera mengambil kotak P3K. Ia buru-buru untuk mengobati kakinya dan menutupnya dengan perban. Sesuatu yang mengagetkan Lessa tiba-tiba muncul, jendela kamarnya ada yang menggedor-gedor dengan keras. Ia semakin ketakutan, ia melihat di balik hordeng jendela ada banyangan perempuan berambut panjang. Ia semakin ketakutan dan segera keluar dari kamarnya. Ia lari begitu cepat dengan kaki kananya yang luka itu. Ia lupa kalau di depan tangga ada guci ayahnya yang pecah dan Ia tak sengaja menginjaknya hingga ia spontan teriak merasakan kesakitan. Lessa tak melihat bahwa sebelahnya ada tangga sehingga ia terjatuh dari lantai 2 rumahnya itu, ia pun tak sadarkan diri.

Kemudian Lessa pun terbangun, ia melihat sekelilingnya.

“ Ini gue ada dimana ?” Tanya Lessa yang matanya masih remang-remang itu

“ Les, ini lo ada di rumah sakit.” Ucap Clara muncul di bola  mata Lessa

Lessa tiba-tiba memeluk Clara dengan begitu erat.

“ Clar, gue takut banget.” Ucap Lessa sambil menangis

“Iya tenang ada gue kok di sini.” Ucap Clara yang mencoba menenangkannya

“Clar, by the way, lo yang bawa gue ke rumah sakit ?” Tanya Lessa bingung

“Bukan, justru gue dapat sms dari lo kalau lo dibawa ke rumah sakit gara-gara jatuh dari tangga.” Jawab Clara

Lessa tampak kebingungan mendengar hal itu, ia merasa ketika ia jatuh dari tangga, ia sudah tak sadarkan diri.

“Yaudah Les, sekarang Lo istirahat aja, gak usah mikir yang aneh-aneh dulu dan tadi gue juga udah nyuruh temen-temen buat datang ke sini jenguk lo.” Ucap Clara

By the way, Kevin udah sadar ?” Tanya Lessa sambil berbaring di tempat tidurnya

“ Iya udah, dia satu rumah sakit sama lo cuman beda lantai aja.” Ucap Clara.

Randy dan Kevin pun tiba di kamar tempat Lessa dirawat

“ Lessa, lo gak apa-apa kan ?” Tanya Randy sambil menuntun Kevin

“ Iya gak apa-apa, cuman agak susah jalan kaki gue.” Jawab Lessa

“ Vin, lo udah mendingan ?” Tambah Lessa

“ Iya gini lah.” Jawab Kevin santai sambil duduk di kasur Lessa

 

Komentar

Posting Komentar