Novel "Dendam : Kesengsaraan Dibalik Kemewahan" Karya Agung Saputra Episode 1



Episode 1

..........

Randy, Clara, Kevin dan Lessa adalah teman sejak kecil, mungkin sejak mereka di embrio mereka sudah berteman. Mereka selalu sekolah di tempat yang sama dan selalu satu kelas. Apakah mereka seperti empat serangkai ? Jawabannya adalah IYA, mereka di kampus dipanggil empat serangkai karena selalu bersama bak rantai yang digembok hilang kuncinya.

Selain dikenal dengan empat serangkainya itu, mereka juga dijuluki sebagai F4 nya indonesia, bagi pecinta drama Korea pasti tau mereka itu seperti apa. Mereka semua golongan anak konglomerat yang dari kecilnya saja sudah makan memakai sendok perak. Saking konglomeratnya mereka mungkin tak perlu belajar dengan sungguh-sunggunh, ya mungkin karena hidup mereka sudah terjamin tujuh turunan.

Walaupun mereka memiliki kepala yang berbeda,tetapi sifat mereka hampir sama, SUKA MENINDAS. Iya itulah mereka, sering menindas orang yang tidak se-level dengan mereka, mungkin karena kehidupan mereka sudah terjamin, jadi mereka kayak gada kerjaan gitu, istilahnya gabutlah buat anak zaman now. Saking banyaknya mereka menindas orang, mereka bahkan tidak tahu karena ulah mereka, ada yang sampai bunuh diri. Wah...ini si udah termasuk kriminal ya. Mahasiswa di sana pun berharap bahwa mereka segera kena karma karena perbuatannya itu.

 

Karma is Real

Sepertinya saking banyaknya orang berdoa ketika mereka ditindas membuat Tuhan mengabulkannya. Pasti karma yang Tuhan berikan ini setimpal dengan perbuatan mereka.

Setiap pukul 00.00 WIB atau tepatnya tengah malam, mereka mendapatkan sms dari orang yang mereka tidak tau siapa. Isi smsnya sih sepertinya cukup Creepy, smsnya berisi tentang kejadian yang akan mereka alami di masa yang akan datang.  Tapi sepertinya orang seperti mereka gak percaya kalau karma itu memang benar ada.

“Teng...teng....teng” suara jam seperti di film horor menunjukkan  pukul 00.00 pun tiba

Mereka sedang berada di rumahnya masing-masing sedang asik dengan kesibukannya masing-masing. Randy yang sedang berenang di rumah bak istana itu, Clara yang sedang asik maskeran di malam hari, Kevin yang sedang bermain game, dan Lessa yang asik menonton film. Seketika, mereka mendapatkan sms. Randy mendapatkan sms bahwa besok ia akan jatuh dari motornya, kira-kira Randy bakal kena karma apa ya ? Clara sendiri mendapatkan sms berisi bahwa ia akan kejatuhan sesuatu, hmm... kalo kejatuhan rezeki si gapapa ya, tapi kalo karma pasti akan lebih buruk. Sedangkan si Kevin mendapatkan sms berisi bahwa ia akan kehilangan barang kesayangannya, dan si Lessa mendapatkan sms berisi bahwa ia akan mendapatkan kejadian paling memalukan yang pernah ia alami selama di kampus. Uh...kira-kira apa ya yang bakal terjadi pada mereka. Walaupun mereka sudah mendapatkan smsnya, tetapi mereka sepertinya abai dengan isi sms itu.

“Cring...cring...cring”(suara alarm) pagi pun terdengar

Mereka yang seharusnya bergegas untuk pergi ke kampus pun tampak masih mager-mageran untuk bangkit dari pulau kapuknya yang mewah itu, ya begitulah namanya juga anak orang kaya.

Randy tampaknya hari ini berangkat kuliah mengenakan setelan casual anak kuliah dengan warna baju merah, celana putih, dan sepatu branded-nya. Randy bergegas turun dari tangganya dan mengambil sepotong roti buatan mamanya

“Ma, Randy berangkat ya.” Sahut Randy

 “Hati-hati ya nak, kamu hari mau kuliah naik apa ?” balas mamanya

 “Randy naik motor yang baru di beliin papa aja, mau tes drive.” Ujar Randy sambil tertawa

Mama Randy memang selalu memanjakannya, semua fasilitas Randy pasti terpenuhi dan tak kurang sedikit pun. Asal kalian tahu, Papa Randy adalah seorang pengusaha tambang terkenal di Indonesia, ayahnya pun masuk ke 100 besar orang terkaya di Indonesia. Jadi, tidak usah heran kalau gaya hidup Randy dan keluarganya kayak begitu.

Randy pun menuju ke bagasi rumahnya yang berjejer mobil-mobil mewah, woah...setiap hari bisa beda-beda nih. Randy menaiki motornya dan keluar dari pagar rumahnya. Selama di setengah perjalanan awal sih damai-damai aja, Randy menaiki motornya dengan kecepatan bak pembalap F1 and finally, ada tukang bakso yang menyebrang dan Randy pun tak sadar dengan kehadiran si tukang bakso itu. Randy pun baru menyadarainya beberapa meter sebelum tabrakan terjadi dan ia pun segera membanting setir motornya. Randy terperosok ke dalam saluran air yang ada di pinggir jalan itu. Motornya sih oke-oke aja, tapi semua pakaian Randy basah kuyup dan kotor, gak jadi keren lagi nih. Alhamdulillah si tukang bakso baik-baik saja dan paling bapak itu hanya kaget kayak naik roller coaster. Sepertinya Randy harus mandi lagi deh, tetapi Randy tetap melanjutkan untuk pergi ke tempat kuliahnya dan dia melupakan satu hal yang sebenarnya harus ia lakukan, yaitu meminta maaf kepada si bapak itu, walaupun tidak terjadi tabrakan tetapi tetap saja harus meminta maaf kepada bapak itu kan ya?

Di sisi lain, Clara hari ini berangkat kuliah mengenakan dress pendek berwarna kuning dengan sepatu hak tinggi andalannya. Sama seperti Randy, kehidupan Clara pun bergelimang harta. Ayahnya yang biasa ia panggil Daddy seperti orang bule, adalah seorang pengusaha inferior, penhasilannya per bulan pun bisa miliaran rupiah. Ibu Clara sendiri tidak mau kalah dengan suaminya, ibunya adalah wanita carrier yaitu pengusaha travel, biasa dipakai oleh artis-artis untuk pergi jalan-jalan ke luar negeri. Jadi tidak usah heran kalo kehidupan Clara sudah terjamin. Walaupun kehidupan Clara sudah terjamin, tetapi keluarganya jarang sekali kumpul, walaupun hanya di meja makan. Kedua orang tuanya terlalu sibuk dengan bisnisnya masing-masing dan juga Clara anak tunggal keluarganya. Jadi, pantas saja Clara dan teman-temannya suka menindas orang, mungkin karena kasih sayang orang tua ke anaknya kurang. Clara hari ini berangkat dengan mobil lamborgini hadiah ulang tahun dari Ayahnya, hadiah ulang tahunnya gak kira-kira ya. Clara meninggalkan rumah mewahnya itu dan bergegas menuju kampus. Selama di perjalanan sih aman-aman aja dan Clara pun telah sampai di parkiran mobil kampusnya. Masih inget kan dengan karma yang akan terjadi pada Clara ? Iya, dia akan kejatuhan sesuatu, and finally, ketika Clara berjalan melewati pohon, dimana pohon tersebut terdapat sarang tawon , kalian pasti tau apa yang akan terjadi pada Clara. Iya betul, sarang tawon yang ada tepat di atas kepala Clara pun jatuh.

“Bruk” suara jatuh

“ AHHHH!” Teriak Clara

Clara pun segera berlari dari kejaran si tawon itu yang merasa sarangnya diganggu olehnya. Lari cantik yang Clara lakukan tidak mempan untuk menghindar dari sengatan tawon itu. Wajah cantiknya yang semalam sudah maskeran pun hilang karena ada bintik-bintik dari sengatan tawon itu. Clara pun segera pergi menuju UKS kampusnya sebelum ditertawakan oleh anak-anak yang lainnya.

 

Kita lanjut ke Kevin, hari ini Kevin berangkat menggunakan motor kesayangannya dengan mengenakan hoodie hitam, celana jeans dan headphone yang menggelantung di lehernya. Kevin si sebenarnya anak yang baik ya, tetapi karena kurangnya kasih sayang orang tua seperti yang dialami Clara, membuat Kevin menjadi anak yang badboy kalau kata anak zaman sekarang. Ayah Kevin sendiri merupakan pejabat pemerintah, yaitu anggota DPR dan Ibunya pun sama seperti Ayah Kevin yaitu anggota DPR juga. So, pasti sibuk ya kedua orang tuanya mengurus permasalahan di negeri ini. Kevin pun segera meninggalkan rumahnya dan bergegas ke kampus. Seperti yang sudah dibilang bahwa Kevin ke kampus mengendarai motor kesayangannya, selama perjalanan sekeliling Kevin cukup sepi, di kanan-kirinya adalah lahan kosong mirip hutan gitu. Biasanya sih kalau malam tempat yang Kevin lewatin ini sering banyak begal, kira-kira apakah Kevin korban selanjutnya ? Iya Anda betul, dipertengahan jalan ada sekelompok orang berbadan besar dan membawa senjata tajam. Kevin sepertinya tak takut dengan orang yang akan menghadangnya itu. Sekelompok orang itu pun menghalangi jalannya Kevin dengan memasang muka sangar dan senjata yang dipertunjukkan.

“Berhenti! Turun cepat!” Ucap para begal itu

 Kevin sepertinya tak takut dengan ancaman yang diberikan oleh mereka. Seketika, orang dibelakang Kevin menendangnya sehingga membuat Kevin terjatuh dari motornya., perkelahian pun terjadi. Satu lawan enam, itulah yang Kevin alami ditambah lagi Senjata yang tak berimbang. Sepertinya Kevin terkena jebakan mereka dimana empat orang dari mereka menghalangi Kevin dan dua orangnya lagi membawa kabur motor kesayangan Kevin itu. Kevin pun tak berdaya di atas tanah, mereka semua meninggalkan Kevin. Kevin berusaha untuk menelpon temannya Randy, Clara, dan Lessa, tetapi tidak ada yang menjawab satu pun karena mereka sibuk dengan karma yang mereka alami masing-masing.

Korban karma selanjutnya adalah Lessa, wanita cantik bertubuh bak model ini dikenal sebagai primadonanya anak kampus. Lessa sendiri adalah anak keturunan Indo-Jerman, dimana Ayah Lessa adalah orang keturunan Jerman dan Ibunya orang keturunan Indonesia. Ayah dan Ibu Lessa menikah karena memiliki profesi yang sama, yaitu Musisi. Ayah Lessa adalah gitaris band terkenal di Jerman pada zamannya dan Ibunya adalah penyanyi yang cukup terkenal di Indonesia. Sekarang kedua orang tua Lessa sedang berada di luar negeri menemani adik Lessa yang kuliah di Amerika. So, sekarang Lessa tingal sendiri bersama bibinya. Kehidupan Lessa sendiri tak jauh beda dengan teman yang lainnya yaitu bergelimang harta, mereka bebas membeli barang sesuai yang mereka inginkan.

Lessa ke kampus hari ini dengan penampilan seperti biasanya yaitu MEMUKAU, ya namanya juga primadona jadi harus beda dari yang lain. Akan tetapi, bagaimana jika seorang primadona kampus mengalami kejadian memalukan di kampusnya sendiri. Lessa telah sampai di kampusnya, ia berjalan bak model di acara fashion week, tetapi tidak semudah itu untuk seorang primadona melewati karma yang akan ia alami. Saking percaya dirinya ia melangkah, ia pun tak melihat ke tanah untuk berjalan.

Hari ini di kampus cukup ramai karena akan ada pertandingan basket antarkampus. Lessa pun menuju lapangan basket untuk melihat pertandingan itu.

“BRAK!” suara Lessa terjatuh

Semua pandangan meuju ke arah yang sama, iya semua orang menatap Lessa yang terpeleset dan jatuh terlentang akibat menginjak kulit pisang yang tidak diketahui pemiliknya.  Semua orang di sana tak bisa menahan tawanya, Lessa yang masih dalam kondisi telentang segera menutupi wajahnya yang merah bak tomat dengan tas branded-nya. Lessa segera kabur dari keramaian membawa semua rasa malunya itu.

 

Randy, Clara, Kevin dan Lessa mengalami kejadian hari ini yang sebenarnya tidak mereka inginkan, ya tapi itulah yang namanya karma, ada sebab ya ada akibat. Lessa yang sekarang berada di toilet dikarenakan malunya atas kejadian sebelumnya, segera menelpon Clara. Clara pada saat itu masih berada di UKS karena luka yang dialaminya akibat sengatan sarang tawon itu.

“Halo, Clara lo ada dimana sekarang ?!” Tanya Lessa dengan menahan malunya itu

“Apa?! Ah!” Suara teriak Clara yang masih kesakitan karena sengatan tawon itu

“Gue ada di UKS sekarang.” Lanjut Clara.

“Lo kenapa ? sakit kah ?” Tanya Lessa

“Udah kesini aja, nanti gue ceritain.” Ucap Clara

Lessa pun segera bergegas ke UKS dimana dengan menutupi wajahnya dengan tasnya itu karena masih malu dengan kejadian kulit pisang tersebut.

Lessa memasuki pintu UKS dan mencari keberadaan Si Clara.

“Lessa, gua disini” Ucap Clara dengan suara kecil dibalik tirai UKS

”Hah?! dimana ?” tanya Lessa kebingungan mencari keberadaan Si Clara.

Clara pun menarik Lessa dengan cepat dari balik tirai UKS itu

“Ah!” teriak Lessa begitu terkejut

Clara pun segera menutup mulut Lessa agar tidak ada yang tau dengan kondisinya yang penuh dengan bintik merah. Lessa yang kaget melihat kondisi Clara pun bertanya-tanya.

“Lo kenapa ? Alergi kah?” Tanya Lessa.

“Bukan....gue tadi kejatuhan sarang tawon.” Jawab Clara sambil menangis kecil

OH MY GOD! Lo ngapain lagian gangguin tawon yang diam.” Spontan Lessa

“Gue gak gannguin sama sekali tuh si tawon, gue cuman jalan dan tiba-tiba tawon itu jatuh ke kepala gue.” Ujar Clara

“By the way...gue juga ngalamin hal yang sama kayak lo, lo tau gak si kan sekarang kampus kita tuh lagi ada pertandingan basket sama kampus lain dan gue mau lihat pertandingan itu, pada saat gue udah sampai tiba-tiba ada kulit pisang dan gue jatuh di depan orang banyak. Gimana dong Clar...gue malu banget nih buat keluar.” Ucap Lessa dengan rasa malunya itu

“Hahaha!” Tawa Clara

Setelah beberapa lama mereka mengobrol, Kevin pun datang ke UKS dengan kondisi yang tak berdaya. Seperti yang kita tau kevin babak belur dan kehilangan motor kesayangannya itu, kalau kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, ya itulah pepatah yang cocok dengan kondisi Kevin saat ini. Temannya pun kaget dengan kondisi yang telah Kevin alami ini.

“Kevin! Lo kenapa ? Habis berantem ?.” Tanya Clara

“Iya, lo habis dipukulin orang ya ?” Tambah Lessa

“Bukan, Aduh! Gue habis kena begal pada saat mau ke kampus.” Jawab Kevin sambil menahan sakitnya

OH MY GOD! Kok bisa sih, yaudah sekarang lo mending minta obatin luka lo itu.” Ujar Lesaa

By the way, Randy dimana ? dari tadi gue gak liat batang hidungnya.” Tanya Kevin

Lessa pun segera menelpon Randy dan memintanya untuk ke UKS. Beberapa menit kemudian, Randy pun datang dengan pakaian yang masih tercium aroma selokan itu.

“Hai...kalian semua kok pada ngumpul disini ? kayak gada tempat lain aja.” Sapa Randy

“Eh Randy lo mandi gak si ? kok bau gitu badan lo ?” Tanya Lessa

“Kalian gatau kan, hari ini tuh hari yang sial banget buat gue, tadi gue hampir aja nabrak tukang bakso dan gue jatuh dari motor dan masuk ke dalam selokan di pinggir jalan itu.” Ujae Randy

“Ha?! Serioussly? Tapi kayaknya bukan lo aja yang kena sial, tapi kita semua. Lo liat tuh mukanya Clara penuh sama sengatan tawon, Kevin babak belur gara-gara habis di begal, dan gue sendiri jatuh di tengah ke ramaian kampus tadi. Ini emang kebetulan apa kita benar-benar kena karma ya ?” Ucap Lessa

 

Sejak kejadian hari itu, mereka semua terus mendapatkan sms dan kejadian aneh yang akan mereka alami. Sampai suatu ketika, masing-masing dari mereka benar-benar mengalami puncak kejadian dimana dengan kejadian itu membuat mereka semua sadar tentang perbuatan mereka lakukan selama ini kepada orang-orang yang tak se-level dengannya.


Komentar

Posting Komentar